Perkembangan Kopi di Indonesia

Kopi, yaps ini adalah salah satu jenis minuman yang tidak ada matinya di dunia. Dan mungkin hampir semua orang saat ini sangat menyukai kopi, terutama kaum pria. Karena selain rasanya yang nikmat, kopi juga mengandung berbagai manfaat untuk penikmatnya.

Bahkan menurut penelitian manfaat kopi dapat mencegah kanker dan diabetes. Selain itu, manfaat utama dari kopi adalah untuk menghilangkan rasa kantok. Sehingga tidak mengherankan jika jenis minuman ini sangat di sukai kaum pria.

Sejarah Perkembangan Kopi di Indonesia

Mungkin tidak semua orang mengetahui bahwa sejarah perkembangan kopi di Indonesia dimulai sejak abad ke 16. Saat dimana keadaan Indonesia masih dalam kekuasaan penjajah Belanda. Tepat pada tahun 1696, India mengirimkan bibit kopi Yemen atau kita menyebutnya Arabica kepada gubernur Belanda yang berkuasa di Indonesia, tujuannya yaitu dikembangkan di nusantara ini khususnya di Batavia.

Namun, sudah sejak zaman itu pula Kota Batavia atau saat ini di kenal dengan kota Jakarta rentan dengan musibah banjir. Ha tersebut berakibat biji kopi yang dikirim dari India tersebut mati sebab adanya musibah banjir yang terjadi di Kota Batavia.

Tetapi setelah kejadian itu, India tetap dilakukan pengiriman bibit yang kedua dan akhirnya tumbuh dengan baik. Hingga pada akhirnya pada tahun 1711, hasil biji kopi tersebut dikirim oleh pihak Belanda ke Eropa. Selama masa pengembangan 10 tahun lamanya, di ketahui saat itu ekspor kopi Indonesia telah meningkat sebanyak 60%. Sehingga membuat Indonesia dikenal sebagai negara pengeskpor kopi terbesar di dunia setelah beberapa negara Arab dan Ethiopia.

Sejak tahun 1878 ada masalah yang sangat berat, dimana timbul penyakit karat daun pada tanaman kopi yang disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix B et Br. Penyakit tersebut berakibat fatal, dimana membuat kerusakan dan kematian tanaman serta kerugian hasil yang sangat besar. Bermacam cara telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit menjegkel tersebut saat itu. Tapi tidak berhasil dengan memuaskan.

Maka dari itu, sejak tahun 1900 dikembangkan kopi robusta untuk menggantikan kopi arabika sebagai bahan tanam yang tahan terhadap penyakit karat daun yang mematikan. Kondidi ini adalah awal terjadinya perubahan dominasi jenis tanaman kopi yang dibudidayakan, dari jenis kopi arabika menjadi jenis kopi robusta.

Menurut faktor pendukungnya kopi arabika yang tersisa umumnya hanya ditanam di dataran tinggi (≥ 1.000 m dpl). Penyebabnya yaitu karena kurang intensifnya tingkat serangan jamur H. vastatrix pada elevasi 1.000 m dpl atau lebih. Sampa saat ini tanaman kopi arabika masih mampu bertahan dan berproduksi cukup baik di daerah dengan ketinggian, yang umumnya ada di pegunungan.

Perkembangan Kopi di Indonesia Semakin Maju Pesat

Menurut survei perkembangan kopi di Indonesia terus mengalami kemajuan yang cukup pesat. Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi terbaik dunia. Dimana daerah Lampung dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Indonesia yang memiliki jenis kopi robusta.

Selain itu kita dapat melihat Pulau Sumatera saja misalnya, dimana ada banyak jenis kopi berkualitas yang juga sudah dikenal hingga ke mancanegara. Mulai dari kopi Sidikalang Sumatera Utara, kopi Gayo Aceh, kopi Mandailing, kopi Sumatera Selatan dan lain sebagainya.

Tidak hanya di Sumatra, di Jawa misalnya juga dikenal kopi Malang yang mirip dengan yang ada di Lampung, kopi Bali dan masih banyak lagi jenis kopi yang lainnya. Indonesia yang sangat di kenal dengan negara kepulauan nusantara mempunyai pesona rasa kopi nusantara yang sangat beragam dan rasanya juga merupakan rasa yang berstandar kualitas ekspor.

Keistimewaan Kopi Indonesia

Mungkin Anda telah mengetahui bagaimana kualitas dari kopi Indonesia. Dari hasil yang sangat melimpah tersebut ternyata ada keistimewaan kopi yang ada di Indonesia. Misalkan saja kopi Sumatera terletak pada perawatan dan pengelolaanya dilakukan dengan sangat intensif sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan beda dari yang lain dan sangat nimat.

Tidak hanya itu saja, beberapa daerah di Indonesia juga sudah mulai mengembangkan teknik budidaya tanaman kopi secara organik. Hal itu di sebabkan, saat ini jenis tanaman organik yang lebih sehat ternyata lebih diminati oleh para pecinta kopi di beberapa negara lain.

Pada umumnya kopi nusantara yang tersebar di beberapa kawasan di Indonesia mempunyai kualitas rasa yang cukup baik. Hal itu dikarenakan Indonesia ialah negara yang mempunyai iklim tropis dimana tanaman kopi akan sangat cocok tumbuh di kawasan yang beriklim tropis.

Beberapa pegunungan di Indonesia yang di imbangi dengan curah hujan yang cukup,  penetrasi cahaya matahari yang baik, dan juga kondisi suhu tropis yang sangat mendukung, tentu membuat tanaman kopi yang ada di negeri ini bisa tumbuh dengan kualitas terbaik. Bahkan untuk jenis kopi luwak yang paling mahal di dunia, Indonesia diakui sebagai kopi luwak terbaik di tingkat dunia.

Bagi Anda para pecinta kopi, untuk apa jauh-jauh menikmati secangkir kopi yang di impor dari luar negeri, jika faktanya di Indonesia sangat banyak jenis kopi alami yang justru dicari banyak orang dari luar negeri.

Perlu Anda ketahui tanah Indonesia yang subur telah membuat berbagai tanaman mampu tumbuh dengan baik dan sempurna, seperti padi, jagung dan termasuk juga tanaman kopi. Dengan keadaan petani Indonesia yang dikenal rajin dan telaten dalam hal bekerja, mampu menghasilkan komoditas ekspor terbaik dunia. Ini adalah kekayaan yang harus di jaga, terlebih lagi untuk Perkembangan Kopi di Indonesia.

Reply