Penemu Kopi Pertama di Dunia

Mungkin bukan rahasia lagi jika kopi adalah salah satu minuman yang paling di sukai di dunia. Dimana hampir setiap negara pasti akan ada komunitas pecinta kopi, tidak terkecuali Indonesia. Sebagai negara penghasil terbesar nomer 4 di dunia, kita tentu sangat mengenal minuman khas ini.

Siapa Penemu Kopi Pertama di Dunia?

Bila kita bicara tentang sejarah dari biji kopi serta siapa penemu , mungkin tidak akan ada habisnya. Karena ada banyak sekli penjelasan akan hal itu. Beberapa orang menjelaskan jika penemu kopi pertama ialah kambing serta pengembalanya yang namanya Kaldi. Dia diprediksikan hidup sektaran tahun 800 SM.

Kaldi mengerti kekuatan dari kopi sesudah dirinya melihat secara langsung kambingnya mengonsumsi buah semacam berry serta hasilnya kambing itu jadi benar-benar aktif seperti sedang mabuk serta tidak tidur saat malam hari. Dia selanjutnya mencoba sendiri membuat minuman digabung dengan buah kopi itu, dan hasilnya membuat dia jadi riang, aktif serta terbangun saat malam hari.

Penemuan Kaldi tentang buah kopi itu dia adukan pada beberapa pendeta yang berada di desanya. Tetapi beberapa pendeta tidak yakin dengan yang Kaldi sebutkan serta langsung membuat buah ‘ajaib’ itu di dalam api.

Aroma yang datang dari biji kopi tersebuat membuat beberapa pendeta tertarik. Mereka selanjutnya mengambil lagi buah itu dari dalam api dan langsung mengupas buah itu kemudian merendamnya ke air panas untuk menjaga kesegarannya.

Beberapa pendeta itu mencium aroma yang datang dari kopi itu coba meminum. Mereka selanjutnya mulai merasai dampak yang membuat mereka bisa terbangun sepanjang lakukan praktik keagamaan hingga memandang minuman baru itu benar-benar berguna. Seperti yang kita tahu bahwa kopi sangat populer mempunyai muatan cafein yang tinggi.

Banyak yang mengatakan bahwa cerita ini hanya omong kosong belaka, dan sebagian dari mereka ada yang menyebutkan bahwa kopi memang pertama kali ada dan di kembangkan di ethopia seputar era ke 9.

Penyebaran Kopi Dari Arab Hingga Dataran Eropa

Biji kopi selanjutnya dibawa ke semenanjung Arab persisnya di Yaman untuk secara langsung di kembangkan kira-kira era ke 15. Disini selanjutnya kopi mulai menyebar sampai ke dataran Eropa yakni di Turki. Beberapa orang menjelaskan jika pada zaman dulu orang banyak mengunyah biji kopi untuk menghasilakn dampak insentif dari kopi itu.

Tetapi di negara Turki lah proses pengolahan biji kopi secara benar pertama diketemukan. Yakni diawali dengan memanggang biji kopi di atas api selanjutnya melembutkannya lewat proses penggilingan serta menyeduhnya dengan air.

Minuman Kopi selanjutnya mulai terkenal di era ke 15. Tetapi pada saat itu ada larangan minum kopi yang dikeluarkan oleh kewenangan keagaamaan seperti di Arab sebab dampak dari kopi. Di Kairo, Mesir berlangsung hal sama.

Tetapi larangan itu ditarik atas perintah Sultan Selim I dari kesultanan Ustmaniyah. Tetapi pada era ke 16, Kesultanan Ustmaniyah kembali lagi lakukan larangan tentang Kopi serta memberi hukuman mereka yang terang terangan membuka warung kopi.

Kopi mulai masuk ke Eropa pada era ke 16 lewat jalan pedagangan di Italia, Perancis, Belanda serta Inggris. Tetapi penampikan pertama-tama didapat dari kewenangan gereja Katolik di Eropa. Mereka memandang jika minuman kopi adalah ‘minuman setan’ sebab dampak insentif yang diakibatkan.

Walau demikian Paus untuk pemimpin paling tinggi Katolik tidak mempersoalkannya. Beberapa intelektual serta memandang minuman kopi bisa meningkatkan daya pikir mereka hingga kopi jadi terkenal dari sana membuat nilai export kopi dari Yaman naik.

Sampai saat ini tidak ada yang pasti mengenai siapa penemu kopi pertama di dunia. Namun, kita sebagai manusia yang suka dengan minuman ini, tidak usah ambil pusing. Kita bisa menikmatinya kapan saja dan di mana saja. Karena di Indonesia sendiri tidak ada larangan mengenai menikmati kopi.

Bahkan kopi menjadi salah satu penghasilan terbesar negara Indonesia. Karena beberapa kopi termahal di dunia, itu tumbuh subur di tanah nusantara. Misalkan saja kopi luwak, kopi gayo dan beberapa yang lainnya.

Reply