Mengetahui Lebih Lanjut Teknik Penyajian Kopi Manual Brewing

Mungkin Anda telah mengetahui bahwa akhir-akhir ini banyak cafe yang bermunculan di Indonesia. Bahkan dari sekian banyak cafe tersebut menyediakan berbagai cita rasa kopi. Tidak hanya itu saja, teknik mereka dari satu kafe dengan kafe yang lainnya dalam menyajikan kopi juga berbeda-beda.

Beda tempat akan beda penyajian dan saat berbeda dalam penyajian, maka berbeda pula rasa kopi yang dihasilkan. Dan saat ini salah satu teknik penyajian kopi yang sedang populer yaitu manual brewing.

Apa itu Teknik Penyajian Kopi Manual Brewing?

Mungkin dari namanya dengan kata manual Anda sudah dapat memahami apa sebenarnya Manual Brewing. Yaps, ini adalah teknik sederhana dimana bisa Anda lakukan di rumah dengan menggunakan kain. Tapi umumnya, Manual Brewing akan menggunakan alat yang mempunyai dua saringan.

Pertama saringan paling atas, berfungsi untuk memfilter serbuk kopi agar tidak ikut ke bawah. Dan kopi akan menetes ke bawah, dan di bawah ada saringan lagi sebagai proses akhir untuk pembersihana serbuk kopi yang mungkin saja masih ikut dari saringan pertama.

Macam-macam Teknik Penyajian Kopi Manual Brewing

Dengan menggunakan tekni manual brewing, Anda akan mendapatkan cita rasa kopi yang beda dari biasanya. Dan ternyata teknik ini masih ada macam jenisnya, berikut adalah Macam-macam Teknik Penyajian Kopi Manual Brewing, antara lain:

French Press

Apabila Anda ingin menghasilkan karakter kopi yang lebih bold dan oily maka French Press merupakan metode yang sangat pas. Metode French Press ini tidak memakai kertas filter, namun sebuah gelas yang mempunyai penekan di atasnya. Cara penyajiannya cukup mudah, dimana Anda mulai dengan menuangkan bubuk kopi ke dasar gelas. Setelah itu Anda tuangkan sepertiga air. Langkah berikutnya Anda diamkan selama kurang dari satu menit lalu aduk. Jika sudah selesai Anda tinggal menuangkan sisa air dan di sinilah proses brewing dimulai.

V60

Apabila Anda ingin rasa kopi yang lebih lembut dari biasanya, maka bisa mencoba V60 ini. Teknik yang satu ini juga dilakukan memakai gelas corong berbentuk V. Dalam corong tersebut, Anda akan melihat guratan-guratan kecil pada bagian bawah. Guratan itulah yang berfungsi untuk proses brewing itu sendiri. Walaupun rasa kopinya terbilang lebih lembut, namun kandungan asamnya lebih kuat. Jika kita bandingkan dengan tekni French Press, V60 akan memakan waktu yang relatif lebih cepat.

Kalita Wave

Yaps, alat penyeduh yang satu ini berasal dari Jepang. Sama seperti namanya, alat filter ini memiliki bentuk menyerupai cetakan bolu dan bentuknya juga bergelombang. Yang harus di ketahui, apabila Anda memilih teknik ini, maka harus extra telaten karena proses penyeduhannya harus dilakukan secara perlahan. Teknik yang satu ini akan sangat pas untuk Anda yang ingin rasa jernih dan lembut dari kopi. Caranya Anda tuangkan saja bubuk kopi di atas kertas bergelombang tadi dan tuangkan airnya secara perlahan atau sedikit demi sedikit. Langkah berikutnya Anda tunggu hingga sekitar 45 detik. Apabila proses blooming selesai, setelah itu Anda tuangkan air lagi agar air mulai turun.

Chemex

Chemex ialah salah satu dari sekian banyak metode manual brewing dengan menggunakan teko besar. Dengan teknik Anda akan bisa menyeduh biji kopi dalam jumlah yang banyak sekaligus. Teko yang satu ini berbentuk menyerupai jam pasir yang memungkinkan Anda untuk memakai metode drip. Menurut beberapa ahli, alat yang satu ini ditemukan oleh Peter Schlumbohn untuk menghasilkan rasa kopi yang lebih pekat dan kaya rasa spesial. Dalam hal ini Anda memerlukan kertas filter untuk diletakkan di atas kemudian Anda seduh kopi pelan-pelan. Nah, hasil seduhan akan mengalir melalui bagian X pada teko tersebut.

Anda bebas memilih mau menggunakan tekni penyajian manual brewing yang mana. Tapi yang pasti dengan menggunakan tekni tersebut, rasa dari kopi biasanya akan lebih mantap. Sehingga Anda akan merasakan sensasi minum kopi ala cafe shop walaupun Anda membuatnya sendiri di rumah dan menikmatinya bersama keluarga atau orang terdekat lainnya.

Reply