Mengenal Kopi Lanang yang Memiliki Cita Rasa dan Aroma Tidak Biasa

Apabila Anda termasuk ke dalam golongan yang menyukai jenis kopi langka, maka kopi lanang bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat tepat. Kopi lanang atau ada yang menyebutnya sebagai  kopi peaberry ialah biji kopi pasca panen yang mengalami anomali atau kelainan dari kopi umumnya. Walaupun jenis kopi ini terlihat tidak normal, biji kopi lanang tidak serta merta berarti cacat atau tidak bisa untuk konsumsi. Namun malah sebaliknya, perbedaan dari kopi lanang justru mempunyai keistimewaan tersendiri untuk dinikmati.

Apa itu Kopi Lanang?

Kopi lanang atau kopi peaberry merupakan anomali buah ceri kopi sebab bijinya yang tunggal. Seperti yang kita ketahui bahwa normalnya, satu buah ceri berisi dua biji kopi. Kopi Peaberry sangat langka hal itu di sebabkan kemungkinan panennya sangat jarang. Kelangkaan inilah yang membuat harganya menjulang tinggi.

Anomali kopi lanang bisa Anda lihat secara langsung pada bagian bentuk bijinya. Bentuknya yang aneh ini sudah bisa diidentifikasi sejak pemetikan dan pada umumnya mulai dipisahkan pada proses sortir.

Jika kulit ceri kopi dari pohon yang sama Anda kupas, maka akan ada dua kemungkinan isi biji. Pertama, akan ada satu biji kopi lanang atau di sebut monokotil dan yang kedua, dua biji kopi pada umumnya yang di sebut dikotil.

Apa yang membedakan kedunya? Biji kopi lanang pada umumnya akan memiliki bentuk hampir bulat melonjong seperti halnya kacang dan cenderung utuh tanpa terbelah sedikitpun. Bentuk yang yang seperti ini tentu berbeda dengan biji kopi pada umumnya yang kita ketahui, dimana biasanya pipih pada satu bagian dan cembung pada bagian lainnya, seperti halnya biji kacang yang terbelah.

Penyebab Kopi Lanang Disebut Kopi Anomali

Tidak sert merta kopi lanang di sebut kopi anomali, tapi ada hal yang menyebabkan ha tersebut. Seperti yang di sampaikan oleh Badan Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar atau Balittri Litbang Kementerian Pertanian, di bawah ini hal yang menyebakan kopi lanang anomali, antara lain :

  • Penyerbukan putik bunga tidak optimal yang di akibatkan oleh serangga atau angin.
  • Adanya ketidakseimbangan distribusi zat makanan ketika masa pembuahan.
  • Umur pohon kopi telah di atas 10 tahun, dimana hal itu mengakibatkan penurunan kemampuan penyerbukan secara alami.
  • Kelainan genetika.

Dari beberapa penjelasan di atas, jelas bahwa kopi lanang merupakan kopi hasil proses alami. Tidak menggunakan rekayasa sedikitpun, maka dari itu ini layak untuk di konsumsi dan di nikmati oleh siapa saja.

Dalam hal ini, Anda jangan berpikir kalau kopi lanang berasal dari dari spesies dan varietas tanaman kopi tertentu. Baik itu jenis arabika, robusta atau jenis yang lainnya, semuanya mempunyai kemungkinan untuk memiliki kandungan biji kopi lanang ini. Hanya saja, memang jumlah kopi lanang yang diproduksi dalam satu kali panen di sebuah lahan biasanya akan lebih sedikit.

Pada umumnya dalam sekali panen ceri kopi, jumlah kopi lanang hanya berada dalam kisaran 5-10% saja. Atau jika 1 kilogram rata-rata hanya akan terdapat 0,5 ons. Jika memang Anda tertarik memboyong 1 kilogram kopi lanang, maka saran kami tinggal kalikan saja kelipatannya. Dari sana Anda akan melihat hasil kira-kira berapa kilogram kopi yang diperlukan untuk memperoleh 1 kilogram kopi lanang utuh.

Manfaat Kopi Lanang

Dengan bentuknya yang terbilang unik dan mengalami kelainan, ternyata kopi ini menyimpan manfaat yang sangat luar biasa bagi pria, terlebih lagi untuk pria dewasa. Hal itulah mengapa banyak  pria memburu kopi lanang.

Khasiat utama dari kopi lanang menurut mereka yang telah berpengalaman adalah mampu meningkatkan vitalitas pria dewasa. Tidak hanya itu saja, kopi lanang juga dipercaya bisa mengurangi resiko diabetes, menghilangkan rasa pusing, memperlancar peredaran darah, dan membuat pria terhindar dari gangguan difungi ereksi dini.

Menurut riset yang di lakukan oleh seornag dokter, pria dewasa yang mengkonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi setiap harinya, mempunyai gangguan difusi ereksi dini lebih sedikit daripada pria yang tidak mengkonsumsi kafein sama sekali.

Reply