Filosofi Kopi yang Memaknai Kehidupan

Pernah mendengar nama Dewi Lestari  atau sapaan akrabnya Dee Lestari ?, Karya Buku fiksi yang cukup terkenal yakni “filosofi kopi” berhasil dipublish pada tahun 2006 dan menjadi hasil karya sastra terbaik pada tahun tersebut. Dengan karya yang dibuatnya ini, Dee Lestari ingin menghadirkan sebuah cerita dari perjuangan seseorang penggila kopi atau hobi terhadapa kopi serta memaknai kopi ini berdasarkan kehidupan.

Selain dijadikan hasil karya sastra, “filosofi kopi” juga diangkat ke dalam dunia perfilman Indonesia pada tahun 2015 terbilang sukses dan dilanjut merilis sequelnya pada tahun 2017. Hal yang menarik dalam film ini adalah selingan informasi mengenai kopi beserta dengan kata-kata yang memaknai kehidupan.

Filosofi kopi versi Dee Lestari

Mau tahu filosofi apa saja yang dimuat dari hasil karya Dee Lestari ?, berikut filosofi kopi khusus memaknai tentang kehidupan.

01. Makna pemilihan kata pertama (versi dee lestari)

Makna filosofi diatas adalah agar kamu tidak serakah dalam kehidupan ini. Keserakahan atau sifat tamak merupakan suatu hal yang terlalu dipaksakan dalam meraih sesuatu sedangkan hal tersebut diluar kemampuan yang dimiliki, dengan demikian jika kamu mempertahankan sifat ini yang terjadi adalah kamu akan merasa kehilangan segalanya pada suatu saat nanti karena keserakahan serta egois yang telah kamu pelihara. Mau ?

Ada sebuah kasus contoh kecil, kita pernah mengetahui atau selintangan melihat seseorang merokok sambil kopi. Namun tahukah kamu ?, hal tersebut sebenarnya tidaklah baik kendatipun memang merasa nikmat. Rokok memiliki zat racun bukan ? sedangkan kamu sedang minum kopi. Kopi sendiri sebenarnya mempunyai manfaat kesehatan bagi tubuh.  Maka hilanglah manfaat itu.

02. Makna pemilihan kata kedua (versi dee lestari)

Dalam hidup ini kita tidak bisa memungkiri bahwa kita adalah makhluk social. Makhluk yang saling ketergantungan satu dengan yang lain. Kamu pernah bekerja kelompok dalam sekolah atau membentuk tim dalam dunia kerja ? saya anggap kalian sudah pernah melakukannya. Kendatipun demikian apa yang terbesit dipikiranmu dalam  menyelesaikan permasalahan bersama ini ? tentunya kamu harus bekerja sama dalam menyelesaikan tugas tersebut secara kompak.

Keberhasilan kerja sama tim adalah kekompakan yang digalakan, jika tidak demikian yang terjadi adalah melambatnya target penyelesaian hingga tidak kunjung selesai. Janganlah pilih-pilih rekan semau kita sendiri mungkin dikarenakan “si dia enak menurut kita saja” hal tersebut tidak dibenarkan. Sebenarnya kesuksesan itu tidaklah pilih-pilih hanya manusianya saja yang terlalu memilih.

03. Makna pemilihan kata ketiga (versi dee lestari)

Kamu tentu sudah paham kopi memang hitam serta memiliki rasa yang pahit. Namun apakah kamu tidak mengetahui bahwa kopi yang kamu nikmati adalah sebuah kopi pilihan melalui beberapa proses sehingga menghasilkan kopi terbaik menurut kualitasnya, meskipun hitam. Memang pahit, namun siapa sangka jika ditambah gula menjadi minuman cita rasa yang nikmat dalam santai, bagaimana jika diberi susu atau varian lain yang sesuai maka ceritanya jadi lain lagi, ya kan ?

Filosofi ini menggambarkan bahwa tak sepatutnya kita menilai orang dari cover atau sampulnya atau luarnya. Bagaimana jika seseorang tersebut baik dari dalamnya ? Seperti contoh kamu mempunyai teman tatoan. Namun siapa sangka dia memiliki hati nan mulia.

Pernah dengar atau mengenal Dr. Tirta ?, dia memang tatoan tapi siapa sangka Dokter nyentrik ini sukses dalam bidang bisnis meskipun dia seorang dokter. Dia membantu tim medis yang mengalami kelangkaan APD pada kasus covid 19 yang sedang marak ini dengan menggalang dana serta mengeluarkan tabungannya senilai 200 juta untuk keerluan APD, dia berharap berkurangnya angka kematian dokter dan perawat karena kasus covis 19.

04. Makna pemilihan kata ke empat (versi dee lestari)

Filosofi ini menjadikan hal yang perlu digaris bawahi “pentingnya niat yang baik”.

Kamu pernah mendengar dari seseorang tidak ?, bahwa kalo kita memiliki niat baik maka malaikat sudah mulai mencatatnya terlebih lagi kita melakukan dengan tindakan dari niatan tersebut. Sebaliknya jika kamu memiliki niat buruk malaikat masih belum mencatatnya, dan akan tertulis jika kamu merealisasikan hal tersebut.

Sesuatu hal yang baik adalah didasari dari niat yang baik pula, meskipun niat baik kamu sekecil biji zarah. Tuhan masih bersikap bijaksana untuk memasukannya kedalam amalan. Kita adalah penguasa yang diberi wewenang oleh tuhan untuk selalu menjaga bumi ini menjadi baik dan dikelola dengan baik, maka janganlah kita merusak bumi ini karena dampaknya adalah kembali kepada manusia itu sendiri. Awali niat baik dari hal yang kecil-kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, mulailah tersenyum dengan semua orang dan kebaikan lainnya.

05. Makna pemilihan kata kelima (versi dee lestari)

Filosofi ini merupakan kata bijak yang memberikan makna bahwa “janganlah kamu terlalu obsesi pada sesuatu hal”.  Penulis buku fiksi ini ingin memberikan warning kepada kamu untuk “break sejenak”. Jangan di forsir. Hati-hari terhadap obsesimu yang membuat kamu mengejarnya dengan keras sampai lupa waktu dan aspek lain-lainnya.

“Tak ada jeda” yang mengartikan leren dulu bahasa jawanya atau break dulu atau Bahasa Indonesia-nya yang enak “istirahat dulu”.  Perjalanan untuk mengejar ambisi-ambisimu itu lho, hehe.

Sebagai contoh nih, apakah diantara kamu seorang blogger ?, kamu tau apa akibatnya jika kamu tidak bisa mengelola waktu dalam blog kamu dengan tepat ?, yang terjadi adalah kamu bisa lupa makan padahal blogger juga manusia (memang bot robot google..hehe), lupa solat (dosa donk), kurang tidur padahal blogger ya butuh waktu istirahat untuk bisa membuat konten yang berbobot bukan ?, kurang sosialisasi (jadi ansos donk…anti social), minim teman. Dan kesemua itu dikejar hanya untuk mendapat sekian receh dollar dari adsense, bukan begitu ? tapi kita mengabaikan aspek penting lainnya. Why ? coba teman pikirkan dan renungkan sendiri yaa…

Filosofi kopi versi baristalakadar

Disamping karya De Lestari yang cukup populer serta menakjubkan, kami pun terinspirasi olehnya untuk membuat versi kami juga yang kami bilang sih, tak kalah menarik, bisa dikatakan terpikirkan secara selintingan saja atau secara tidak sengaja tau-tau nemu kata ini saja. serta ingin mempublishkannya dalam blog ini, mau tau ?, berikut versi baristalakadar

01. Makna pemilihan kata pertama (versi baristalakadar)

Entah-berantah gimana saya bisa menemukan kata-kata ini dalam pikiran, cuma muncul secara selintingan saja dan ingin saya share di blog ini. Yapss…“Aku berpikir sejenak ketika aku ditemani olehnya (kopi)”. Apakah sobat sudah paham dari maksud kata diatas menurut praduga sobat ?

Ketika orang sedang dalam kondisi relax atau santai dan disaat bersama ngopi, biasanya sih diantara mereka itu melakukan aktifitas berpikir. Entah apa yang ia pikirkan bisa dari permasalahan kehidupan, merencanakan kehidupan masa depan, menyelesaikan tugas. Mereka membutuhkan situasi dan waktu seperti ini atau biasa sebagian orang menyebutnya “coffee break”.

02. Makna pemilihan kata kedua (versi baristalakadar)

Sekali lagi entah apa yang aku pikirkan bisa menelurkan kata seperti diatas ini, mungkin cuma secara kebetulan…hehehe, tapi kok ingin rasanya saya dokumentasikan, melalui media blog ini mungkin kesempatan yang baik. kembali ke laptop “Apa yang aku pikir tentang kopi mengenai hal pahit berbeda ketika aku telah mencicipinya”.

Apa sobat bisa mengartikan diatas ?, maksud dari kata diatas adalah apa yang kita pikirkan akan sesuatu hal yang mana kita dapat sumber informasi dari orang lain bahwa hal tersebut tidak begitu baik, belum tentu demikian ketika kita telah merasakan, mengetahui, mengalaminya sendiri dan itu akan membuat kita seyakin-yakinnya kita baru bisa menyimpulkannya (bisa jadi tidak begitu buruk).

03. Makna pemilihan kata ketiga (versi baristalakadar)

Saya hanya membayangkan apa yang telah saya alami, seperti kasus berdua dengan rekan saya yang sedang ngopi bareng sambil bahas perbincangan bisnis, seolah-olah nih kopi udah seperti mengamati apa yang sedang kita perbincangan. yaps…“kopi ini seperti penengah antara diriku dan dirimu”

Jadi nih kopi sudah seperti “moderator” saja, lalu saya dan rekan saya sedang melakukan aksi perdebatan untuk penyelesaian masalah dalam perbincangan bisnis.

04. Makna pemilihan kata ke empat (versi baristalakadar)

Lagi-lagi nih sob, hehe…, “Meskipun kopi itu pahit, tentu ada suatu alasan mengapa dia tetap diproduksi”. Sebenarnya kata akhirnya itu saya beri nama dikonsumsi tapi saya ganti jadi diproduksi karena saya pikir aspeknya lebih luas.

Maknanya adalah segala sesuatu hal yang terlihat buruk dilakukan belum tentu itu adalah akhir yang buruk bisa jadi hal tersebut menjadi sesuatu hal yang dapat membawa pengaruh besar.

Sebagai contoh: ada seorang anak perempuan dewasa yang ingin terjun ke garda depan untuk membantu media dalam menangani covid 19 meskipun ia bukanlah sorang perawat namun ia memiliki pengetahuan tentang medis, namun ditentang oleh kedua orang tuanya lantaran ini virus bukan sembarangan virus. Anggapan orang tua adalah anaknya bisa saja tertular lalu mati, bisa saja tertular lalu jadi dijauhi orang-orang kesayangan.

Namun sebenarnya adalah ketika seorang anak perempuan tersebut mengikuti hatinya, apa yang ia lakukan sungguh tindakan hero yang memang saat ini dibutuhkan. hal itu akan membawa pengaruh yang cukup besar untuk mengatasi permasalahan pandemik ini.

05. Makna pemilihan kata kelima (versi baristalakadar)

Sejatinya memang meminum kopi itu lebih baik daripada minum alkhohol bukan ?, yapss…“kopi ini lebih baik dibandingkan minuman alkohol”. Setidaknya jika kita tahu seluruh aspek hal baik lebih berarti dilakukan mengapa harus mencoba hal yang buruk yang sudah diketahui itu adalah sis-sia serta sedikit memberikan manfaat.

06. Makna pemilihan kata ke enam (versi baristalakadar)

Benar, jadi saya kepikiran kata-kata ini yang ingin saya bagikan, “jangan kau pisahkan aku dari kopi ini, karena dialah aku menciptakan sejarah”. Jadi saya membayangkan seseorang yang sudah menjadikan kopi merupakan bagian dalam kehidupan dan memberi makna yang berarti dalam mengukir sejarah.

Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah, bahwa kopi sebenarnya memiliki makna filosofi yang bisa dikaitkan dalam memaknai kehidupan ini. Hal tersebut terjadi karena aktifitas yang ada didalamnya menciptakan kata-kata yang tersirat, anjayy. Hehe…

Reply