Apa Itu Kopi Liberika? Ketahui Semuanya Disini!

Untuk beberapa orang mungkin jenis kopi ini tergolong baru. Karena di Indonesia sendiri jenis robusta dan arabika yang paling terkenal. Perlu di ketahui, Kopi Liberika mempunyai nama ilmiah Coffea liberica var. Liberica. Kopi ini disebut datang dari Liberia, meskipun ditemukan tumbuh dengan cara liar di wilayah dataran Afrika.

Kopi Liberika jadi terkenal sesudah dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada era ke-19. Kopi ini secara besar besaran di kembangkan untuk gantikan tanaman kopi arabika yang diserang epidemi penyakit karat daun. Tetapi usaha itu kurang sukses. Sekarang Kopi Liberika ditanam dengan cara terbatas di beberapa negara Afrika serta Asia. Dan untuk produksinya sendiri memang jauh di bawah Kopi Arabika serta Kopi Robusta.

Asal Kopi Liberika di Indonesia?

Asal mula tanaman Kopi Liberika ialah nama Liberika diambil dari nama tempat ditemukan tipe kopi ini yaitu di wilayah Liberia. Kopi liberika tumbuh dengan cara liar di wilayah Afrika yang mencakup Angola, Benin, Kongo, Liberia, Nigeria,  Pantai Gading, Kamerun, Africa Tengah, Gabon, Gana, Guinea, Sao Tomé, Sierra Leone, Sudan, sampai Uganda.

Dan tepat pada tahun 1878 Belanda secara langsung membawa kopi liberika ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk gantikan tanaman kopi arabika yang rusak terkena penyakit karat daun atau Hemelia vastatrixi (HV). Tetapi masuk tahun 1907 tanaman liberika alami hal sama dengan arabika. Sebagian besar perkebunan kopi liberika yang terdapat di dataran rendah rusak terkena penyakit karat daun. Walau ketahanan kopi liberika pada penyakit karat daun lebih bagus dibandingkan arabika tetapi tidak setahan kopi robusta. Hingga pemerintah Belanda mengubah Liberika dengan tipe Robusta.

Sekarang Liberika ditanam dengan cara terbatas, dan memang jenis Arabika atau Robusta menjadi raja kopi dunia. Liberika banyak dibudidayakan di Indonesia, Afrika Barat,  Malaysia, Filipina, Guyana serta Suriname. Disamping itu dengan cara terbatas dibudidayakan di Mauritius, Thailand, Taiwan, Vietnam, India, Srilangka, serta Timor-timur.3

Di Indonesia, kopi tipe ini dapat diketemukan di wilayah Jambi serta Bengkulu. Di Jambi, produsen Liberika terkonsentrasi di daerah Tanjung Jabung.

Sebelumnya tanaman ini dikelompokkan ke spesies yang sama juga dengan Kopi Robusta dengan nama ilmiah Coffea canephora var. liberica. Tetapi pengelompokkan paling baru menyatakannya untuk spesies tertentu dengan nama Coffea liberica. Sebab dengan cara morfologi serta karakter-sifat yang lain tidak sama dengan robusta. Kecuali Kopi Liberika, ada varietas lain dalam spesies Coffea liberica yaitu kopi excelsa dengan nama ilmiah Coffea liberica var. Dewevrei.

Gambaran Kopi Liberika

Buah Kopi Liberika ini mempunyai ukuran lumayan besar. Memiliki bentuk bundar sampai lonjong dengan panjang seputar 18-30 mm. Pada sebuah buah ada 2 biji kopi yang semasing mempunyai panjang seputar 7-15 mm. Antara tipe kopi budidaya yang lain, Liberika mempunyai ukuran buah terbesar.

Tetapi walau buahnya besar, berat buah keringnya cuma 10% dari berat basahnya. Karakter semacam ini kurang disenangi beberapa petani sebab penyusutan berat waktu panen sampai buah siap olah lumayan tinggi. Hingga biaya panen jadi relatif tambah mahal.7 Situasi ini yang membuat petani malas meningkatkan tipe Kopi Liberika.

Budidaya Kopi Liberika tumbuh baik di wilayah tropis dataran rendah dengan ketinggian 400-600 mtr. dari permukaan laut. Namun dapat tumbuh serta berbuah sampai ketinggian 1200 mtr. Temperatur baik perkembangannya ada di rata-rata 27-30ºC dengan curah hujan 1500-2500 mm per tahun.

Reply